Kesaksian Penderita Kanker Paru Paru Stadium 4

1

Tanggal 22 april 2015 saya pergi kerumah sakit untuk Rontgen paru-paru dikarenakan saya kalau nafas suka cape dan ada batuk. Atas usulan suami saya pergi ke Rontgen paru-paru, setelah Rontgen kami pergi ke dokter paru-paru untuk konsultasi.Ternyata dokter kaget sebelah kanan paru-paru saya kerendam air separuh.
Atas usulan dokter air di paru-paru saya harus diambil. Kalau tidak diambil bisa membahayakan diri saya, akhirnya air diambil di paru-paru sebanyak kurang lebih 1 liter, dan ada yang sebagian diambil untuk lab. Dokter usulkan besok lusanya untuk datang kembali ambil air diparu-paru lagi, air tidak bisa diambil sekaligus karena sangat membahayakan (Trauma Paru), dan itu saya lakukan sebanyak 8 kali pengambilan.
Rupanya hasil dari lab saya diagnosa pada Sediaan Apus Sitologi cairan Pleura kanan mengandung SEL GANAS dengan inti besar, Pleomorfik dan Hiperkromatik dengan Sitoplasma Basofilik.
kesimpulanya saya mengidap “NON SMALL CELL CARCINOMA” kemungkinan suatu “LARGE CELL CARCINOMA”. Semua itu dirahasiakan oleh suami saya dan dokter, Tanggal 27 April 2015 untuk memastikan semua ini dokter minta saya untuk PET-SCAN.
Ternyata hasil PET-SCANnya terdapat tumor di paru-paru sebelah kanan, dan hasilnya saya kasih dokter lihat, dokter bilang saya terkena kangker paru-paru stadium 4, dengan ukuran massa hipermetabolik ( SUV max 7,6), menyangat inhomogen setelah pemberian kontras dipelihiler kanan ukuran 4,38 x 3,41 x 2,75 cm disertai infiltrat sekitarnya ( SUV max 6,3 ),2,8 ) malignancy primer paru kanan dengan nodul metastasil paru bilateral. Efusi pleura kanan dengan penebalan-penyangatan pleura dan nodul pleura yang disertai aktifitas FDG (SUV max 3,6), metastasis pleura. Limfadenopati hipermetabolik ( SUV max 6,3 ) sebagian berkonglomerasi di supraklavikula bilateral, mediastinum anterior, paratrakea, trakeobronkial, subkrania, hilua kanan, paraesofageal dan phrenik, metastasis kelenjar getah bening. Lesi dengan aktifitas FDG ( SUV max 3,4 ) di kelenjar adrenal kanan, curiga metastasis adrenal kanan.
Hal itu tidak saya ketahui karena dirahasiakan oleh suami saya. Dokter di Indonesia menganjurkan saya pergi kedokter Onkologi.
Saya curiga kenapa mesti ke dokter Onkologi, kemudian saya mendesak suami saya untuk berterus terang, akhirnya suami saya memutuskan mengajak saya ke singapore untuk pemeriksaan ulang, ternyata di Singapore paru-paru saya diambil airnya lagi untuk dibawa ke lab, seminggu kemudian saya kembali ke singapore untuk mengambil hasilnya.
Hasil saya terkena kanker paru-paru stadium 4. Dokter Singapore bilang saya tidak perlu dikemo dan tidak perlu di Radiasi hanya di kasih obat. Setelah itu bulan Juni 2015, tepatnya tanggal 05 sampai 07 kakak ipar mengajak saya untuk Health Camp.
Saya tidak tertarik sama sekali karena posisi badan lemah, suami membujuk untuk pergi Health Camp, suami saya mengatakan kita pergi ke Health Camp untuk menghirup udara segar dan jalan-jalan, kalau tidak kuat di sana saya disuruh tiduran, ternyata di Health Camp banyak sekali hal-hal yang baru yang selama ini saya tidak mengerti bagaimana cara menerapkan NEWSTART (Nutrition, Exercise, Water, Sunlight, Temperance, Air, Rest, Trust in God) dalam hidup saya.
Disana saya ketemu dengan Ibu Liong Pit Lin, saya diberi arahan. Semua itu saya ikutin dengan baik, selama 45 hari saya mengikuti Detox dan periksa kembali ke dokter Singapore tanggal 29 juli 2015 hasil pemeriksaan darah saya normal semua, ( CEA 17.1 menjadi 2.0 ) semua itu saya bersyukur kepada Tuhan Yesus telah di pertemukan saya dengan Ibu Liong Pit Lin. Dan sampai sekarang saya masih ikutin arahan Ibu Liong Pit Lin dengan cara pola hidup sehat ( NEWSTART ).
Kemudian pada tanggal 17 November 2015 saya kembali menjalani pemeriksaan MSCT Scan Whole Abdomen dan MSCT Scan Thorak dengan kontras dan hasilnya sangat baik. Dan hasil yang MSCT Scan Whole Abdomen tidak lagi dijumpai metastasis hepar, adrenal ataupun kelenjar getah bening abdomen dan pelvis dibandingkan PET CT tanggal 27 April 2015. Dan untuk hasil MSCT Scan Thorak dengan kontras hasilnya Ca paru perihiler kanan, ukuran massa saat ini ± 1,87 x 1,76, x 1,57 cm di sertai infiltrat sekitarnya, dibandingkan PET CT scan tanggal 27 April 2015, ukuran massa mengecil.
Multipel nodul metastasis di kedua paru, di bandingkan PET CT scan sebelumnya nodul metastasis paru mengecil Efusi pleura kanan berkurang. Lesi kecil menyangat setalah pemberian kontras di pleura dorsal kanan. Multiple metastasis kelenjar getah bening di supraklavikula bilateral, mediastinum anterior, paraktrakea, trakeonbrokial, subkarina dan hilus kanan tampak mengecil.
Disamping itu saya juga masih rutin menjalani pola hidup sehat yang di ajarkan oleh ibu Liong Pit Lin, ternyata dengan cara mengikuti detox ini saya kembali sehatan dan kondisi saya sekarang jauh lebih baik dari sebelum saya mengikuti detox ini.
Terima kasih kepada Tuhan Yesus, kepada suami dan anak-anak, kepada keluarga besar, kepada Ibu Liong Pit Lin dan kepada teman-teman (sahabat) dan orang-orang yang telah mensupport saya.
Semoga kisah saya ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

LOVE

JENNY HERWINIATY